Banyuwangi Festival 2017, Dari Pecel Pitik Sampai Batik

By | January 27, 2017

BANYUWANGI, Bongarzonefuneralhome.us – Selama tahun 2017 ada 72 event yg digelar di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Banyuwangi Festival (B-Fest) 2017 di-launching, Rabu (25/1/2017) di Desa Banjar, Kecamatan Licin yg berada di bawah kaki Gunung Ijen.

Pada launching tersebut juga diresmikan festival sedekah oksigen dengan penanaman pohon trembesi oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan dikuti oleh forum pimpinan daerah Banyuwangi di sepanjang jalan penting Desa Banjar.

(BACA: Penerbangan Jakarta-Banyuwangi Dibuka April)

Banyuwangi Festival (B-Fest) tetap menyajikan agenda yg sudah menjadi ikon daerah, seperti Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (27-30 September), Banyuwangi Ethno Carnival (11 November), Festival Gandrung Sewu (8 Oktober), Banyuwangi Beach Jazz Festival (2 September), dan Jazz Ijen (6-7 Oktober).

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ketika launching Banyuwangi Festival 2017, Rabu (25/1/2017).

Selain itu, ada deretan acara anyar yg mulai menjadi magnet baru pariwisata Banyuwangi seperti Banyuwangi Sail Yacht Festival (15 September) dan Festival Bambu (12-13 Mei).

“Selain di Desa Banjar nanti kalian juga akan launching di Jakarta difasilitasi Kementerian Pariwisata dan Banyuwangi juga mulai hadir di Fashion Week yg menjadi rangkaian B-Fest 2017 digelar di Convention Centre, Jakarta, 4 Februari nanti. Jadi di Indonesia Fashion Week, mulai mengusung tema Banyuwangi,” jelas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada KompasTravel, Rabu (25/1/2017).

(BACA: Berkunjung ke Banyuwangi? Ini Destinasi Wisata yg Wajib Dikunjungi)

Anas mengatakan, Banyuwangi Festival digelar setiap tahun bukan cuma bagi mendongkrak sektor wisata, tapi sekaligus upaya buat mewadahi dan menumbuhkan kreativitas komunitas-komunitas yg ada di Banyuwangi seperti Festival Sastra yg mulai digelar pada 26-30 April 2017.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ketika pidato di tengah sawah launching Banyuwangi Festival 2017 atau B-Fest 2017, Rabu (25/1/2017).

“Selain festival sastra, ada juga Festival Teknologi Inovatif yg tujuannya tidak yang lain bagi merangsang minat anak muda pada sastra dan inovasi teknologi. Kalau difestivalkan, tumbuh perhatian pada beberapa bidang tersebut,” ujar Anas.

Menurut Anas, B-Fest 2017 mulai menjadi ajang istimewa untuk industri fashion daerah. Tahun ini ada 5 agenda bagi memperlihatkan potensi desainer daerah, akan dari ajang Indonesia Fashion Week (4 Februari), Green & Recycle Fashion Week (25 Maret), Kebaya Festival (22 April), Banyuwangi Batik Festival (29 Juli), dan Banyuwangi Fashion Festival (14 Oktober).

Pada B-Fest 2017 mewadahi sektor ekonomi kreatif seperti Festival Video Kreatif (26 Juli) yg menampilkan potensi tiap desa dan Festival Dandang Sewu (4-5 Agustus) yg menyajikan kreasi di sentra produksi alat masak yg sentranya berada di Kecamatan Kalibaru.

Ira Rachmawati / Bongarzonefuneralhome.us / Banyuwangi Barong Ider Bumi

Sejumlah tradisi asli Banyuwangi juga masuk dalam B-fest 2017 antara yang lain Barong Ider Bumi (26 Juni), Seblang (30 Juni dan 5 September), Tumpeng Sewu (24 Agustus), Kebo-keboan (14 September dan 1 Oktober), hingga Petik Laut (4 dan 23 Oktober).

”Kami juga menggelar Agro Expo (13-20 Mei), Festival Durian (20 Mei), dan Fish Market (3 Oktober) buat menguatkan dan mempromosikan produk pertanian seperti durian merah yg menjadi buah khas Banyuwangi,” ujar Anas.

Dari sisi sport tourism, selain International Tour de Banyuwangi Ijen (27-30 September), ada Banyuwangi International Ijen Green Run (23 Juli), Banyuwangi International BMX (22-23 April), dan Kite and Wind Surfing Competition di Pulau Tabuhan (26-27 Agustus).

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Durian merah, buah khas Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Selain itu, B-Fest masih diwarnai Festival Toilet Bersih, Festival Sedekah Oksigen, dan Festival Sungai Bersih yg digelar sepanjang tahun.

Tak lupa ada Festival Banyuwangi Kuliner (12 April) dan Festival Kopi (18 Oktober).

“Tahun ini Festival Kuliner mengangkat pecel pithik, salah sesuatu kuliner khas masyarakat Suku Osing Banyuwangi. Jadi tahun ini lebih beragam akan dari pecel pitik sampai batik,” pungkas Anas. 


Sumber: Travel Kompas