Banyuwangi Bangun Terminal Wisata Terpadu Senilai Rp 30 Miliar

By | January 20, 2017

BANYUWANGI, Bongarzonefuneralhome.us – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membangun terminal wisata terpadu senilai Rp 30 miliar yg mulai beroperasi akhir tahun 2017.

Terminal wisata tersebut didesain terintegrasi dengan pasar rakyat dan mulai menjadi model pembangunan pasar rakyat.

“Pasar ini tetap menjadi pasar tradisional yg menjual kebutuhan pangan rakyat, tetapi juga menjual kerajinan lokal. Di bagian bawah ada terminal pariwisata dan bagian atas ada dormitory bagi wisatawan sekelas bintang tiga. Ada juga food court, jadi lengkap semuanya,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada KompasTravel, Rabu (18/1/2017).

 

(BACA: Bulan April-Mei, Siap-siap Pesta Durian Merah di Banyuwangi)

Ia menjelaskan pembanguan pasar empat lantai tersebut ketika ini telah mencapai 60 persen. Pasar ini akan dibangun sejak awal 2015 dan didesain arsitek nasional Andra Matin.

Dengan mengusung konsep go green, pasar ini memiliki beberapa bangunan penting dengan lantai dasar bagi area parkir dan dapat menampung 200 kendaraan, mushala dan toilet serta perkantoran travel agent.

Sedangkan bagi lantai II, bagi los yg menampung 90 pedagang dan lantai III dan IV bagi dormitory.

(BACA: Penerbangan Jakarta-Banyuwangi Dibuka April)

“Sebenarnya ini agak ke depan ketika mau bangun tetapi mundur sedikit karena ada pohon besar. Jadi tak perlu ditebang. Bagian depan ditata lagi dan penjual di sini mulai diprioritaskan bagi masuk ke dalam,” jelas Anas.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Banyuwangi, Mujiono menjelaskan pasar ini dibangun dari APBD Banyuwangi selama tiga tahun.

“Tahun 2015 Rp 4 miliar, 2016 Rp 8 miliar, tahun ini kalian bangun Rp 15 miliar dan total sekitar Rp 30 miliar,” kata Mujiono.

Mujiono menambahkan jumlah dormitory tourism di beberapa gedung di kompleks terminal pariwisata terpadu tersebut berjumlah 18 kamar. Di kompleks tersebut juga mulai disediakan terminal khusus angkutan wisata buat tempat mangkal kendaraan.

“Jadi nanti kendaraan tersebut mampu mengantar wisatawan ke destinasi yg ingin dikunjungi. Sehigga mereka tak lagi kesulitan,” katanya.


Sumber: Travel Kompas