Bali Siap Terima Kunjungan Raja Salman

By | March 4, 2017

DENPASAR, Bongarzonefuneralhome.us – Gubernur Bali Made Mangku Pastika, mulai mengenakan pakaian adat Bali bagi menyambut kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis al-Saud ke Bali.

Pakaian adat Bali dipilih bagi memperlihatkan bahwa Raja Salman sudah sampai di Bali dan menunjukkan identitas budaya Bali di depan Raja Salman.

“Nanti yg mulai jemput Gubernur, Pangdam, Kapolda, dan Menteri Pariwisata,” kata Pastika di depan kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (2/3/2017).

Pastika mulai menggunakan pakaian adat seperti biasanya, tanpa memakai keris.

“Beliau (Raja Salman) kan pakai pakaian adat Arab, aku pakai pakaian adat Bali biar jelas begitu loh. Pakaian adat biasa saja, gak mewah-mewah sampai pakai keris,” ujarnya.

(BACA: Liburan Raja Salman, dari Tangier ke Bali)

Rombongan Raja Salman mulai disambut dengan tarian pendet.

Tari pendet ini dipilih karena dalam tarian ini ada prosesi penaburan bunga yg tak ada di tarian lainnya.

“Nanti mulai disambut di airport dengan tarian pendet. Penarinya 50 orang, rata-rata anak SD,” jelasnya.

Pastika mengaku hingga kemarin belum mengetahui ke mana rencana Raja Salman selama liburan di Bali, selain mulai ke hotel masing-masing.

(BACA: Harapan Gubernur Bali Terkait Kedatangan Raja Arab Saudi)

Namun Pastika memastikan destinasi wisata Bali mulai bersiap di mana pun Raja Salman mulai berkunjung.

Bongarzonefuneralhome.us / KRISTIANTO PURNOMO Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud datang di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3/2017). Kunjungan Raja Salman ke Indonesia setelah 47 tahun dulu dalam rangka kerjasama bilateral Indonesia – Arab Saudi.

Terkait kebijakan bagi menutup patung-patung di Bali, Pastikan menegaskan tak ada.

Patung-patung tak ada yg dihalangi pakai kain atau pohon di sepanjang perjalanan destinasi Raja Salman.

“Bali kan terkenal nyaman, aman, toleran, jadi Bali biarkan seperti apa adanya. Gak ada ditutup (patung-patungnya),” ujarnya.

Ketua Listibia Provinsi Bali, Prof Made Bandem, yg ditemui di depan kantor Gubernur Bali selepas audiensi dengan Gubernur Pastika juga menyampaikan bahwa tarian pendet ini sedang dipersiapkan oleh Dinas Kebudayaan Pemprov Bali.

Ia menyampaikan pendet massal ini mulai ditarikan oleh anak-anak berusia 12 sampai 13 tahun.

Adapun Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali, Dewa Mahendra, menyampaikan mobil penjemput mulai segera masuk ke areal Bandara I Gusti Ngurah Rai dan tak ada rombongan ke VIP room. (Tribun Bali)

Sumber: Travel Kompas