Arab Saudi Lirik Investasi Pariwisata Di Mandalika, Lombok

By | February 25, 2017

JAKARTA, Bongarzonefuneralhome.us – Arab Saudi melirik potensi investasi bidang pariwisata di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pertemuan buat pembicaraan investasi mulai dikerjakan antara Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dengan pihak delegasi Arab Saudi.

“Selain melihat segera destinasi wisata Mandalika, mulai ada rapat bisnis antara Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dengan pihak delegasi Arab Saudi terkait pariwisata,” ujar Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas, Hiramsyah S Thaib, yg didampingi Person In Charge (PIC) Mandalika, T Rahmadi, Jumat (24/2/2017) seperti dikutip dari siaran pers yg diterima KompasTravel.

Hiramsyah mengatakan, kedatangan Raja Salman ke Bali ini harus jadi penyemangat bagi Lombok, supaya jadi destinasi yg sama dengan Bali, baik infrastruktur dan keamanannya. Ia menyebut Lombok baru mulai memiliki hotel bintang lima plus setelah kawasan Mandalika rampung.

“Karena hotel-hotel yg mulai dibangun di sana memang hotel berkelas dunia,” jelas Hiramsyah.

BACA: Liburan Raja Arab Saudi ke Bali Bakal Berimbas bagi Pariwisata

Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Lalu Muhammad Faozal menjelaskan bahwa pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, sedang dikebut. Pemerintah sudah memberikan kepastian sekaligus memberikan daya tarik untuk penanam modal melalui penetapan PP Nomor 96 Tahun 2015 tentang Fasilitas dan Kemudahan di KEK dan Perpres Nomor 3 Tahun 2015 tentang Proyek Strategis Nasional.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud membawa rombongan besar ketika berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017 mendatang. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan bahwa rombongan yg ikut serta mencapai 1.500 orang, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran.

BACA: Liburan Raja Arab Saudi ke Bali Naikkan Kunjungan Turis Timteng

Kedatangan Raja Salman ke Indonesia terkait meeting kedua negara bagi membahas sejumlah topik. Topik yg mulai dibahas dalam rapat kenegaraan itu antara yang lain penambahan kuota jemaah haji, peningkatan wisatawan Timur Tengah ke Indonesia, hingga perlindungan warga negara Indonesia yg bermukim di Arab.

Raja Salman dan rombongan dikabarkan mulai berlibur ke Bali dari tanggal 4 hingga 9 Maret 2017. Namun, status rombongan di Bali bukan lagi tamu negara, melainkan wisatawan biasa.


Sumber: Travel Kompas