“Afternoon Tea” Ala Inggris Tak Kalah Dari “Fine Dining”

By | January 23, 2017

LONDON, Bongarzonefuneralhome.us – Pernahkah Anda merasakan momen minum teh pada sore hari tapi semewah makan fine dining? Mungkin anda perlu mencoba afternoon tea yg menjadi budaya orang Inggris.

Inggris yaitu salah sesuatu negara yg penduduknya gemar minum teh. Berdasar laporan BBC merujuk pada penelitian Organisasi Teh dan Infusi, warga Inggris mengonsumsi hingga 60 miliar cangkir teh per tahunnya.

Jika dirata-rata, sesuatu orang dapat mengonsumsi hingga 900 cangkir teh setiap tahun. Mereka minum teh dengan berbagai campuran, susu, gula, hingga jeruk nipis.

(Baca juga: Melakukan Tradisi “Afternoon Tea” ala Orang Inggris)

Acara minum teh pada sore hari pun lantas menjadi budaya yg mengakar di Inggris. Tradisi ini telah populer di kalangan bangsawan Inggris sejak 1800-an.

Jalu W Wirajati/Bongarzonefuneralhome.us Jenis-jenis teh yg ada di Mad Hatters Tea di Hotel Sanderson, London.

Budaya itu pun diteruskan sampai ketika ini. Lantaran akar budayanya yg lebih mengedepankan gaya hidup, sejumlah aturan dan etiket – laiknya Inggris – pun diterapkan pada acara afternoon tea.

Pada acara Media Visit yg digagas Kedutaan Besar Inggris belum lama ini, KompasTravel sempat merasakan acara afternoon tea di Mad Hatter’s Tea di Hotel Sanderson, London.

Untuk mampu mendapat tempat di Mad Hatter’s, kita harus terlebih dulu memesan dua hari sebelumnya. Hal itu mampu kelihatan dari ramainya pengunjung ketika kita datang.

(Baca juga: “High Tea” dan “Afternoon Tea” Itu Berbeda)

Saat pertama kali datang, waiter menanyakan kalian perihal teh dan camilan apa yg diinginkan.

Jalu W Wirajati/Bongarzonefuneralhome.us Sandwich menjadi

Sesuai namanya, tiba ke Mad Hatter’s membuat kita seolah diajak masuk ke dunia “Alice and Wonderland”. Hal itu dapat dilihat dari penamaan macam teh yg sesuai tokoh cerita fiktif tersebut.

Ada white rabbit, cheshire cat, alice, queen of hearts, dan mad hatter. Selain itu, bentuk cangkir, teko, dan perangkat yang lain pun dibuat seperti tokoh di “Alice and Wonderland”.

Perangkat itu pun disusun berdasar aturan tersendiri. Misal, sendok pengaduk diletakkan di sisi belakang tatakan atau penyusunan panganan pada nampan sesuai urutan memakannya.

Afternoon tea memang lebih bagi ajang bertemu dan bersosialisasi. Karena itu, biasanya tak ada menu besar bagi dinikmati, paling sekadar roti lapis.

Setelah “panganan utama” habis, pengunjung kemudian disodorkan nampan tiga susun yg berisi camilan manis, seperti puding, kue, scone, hingga macaron dan Schumpjes – permen putih telur.

Jalu W Wirajati/Bongarzonefuneralhome.us Cemilan manis di rak tiga susun bagi dinikmati sebagai penutup di acara minum teh sore hari. Foto diambil pada 16 November 2016.

Semua penganan itu dibuat menarik, sesuai karakter di “Alice in Wonderland” dengan warna-warna yg menarik. 

Siapa tidak tergoda buat memakannya? Namun, jangan yang berasal comot, ada aturan yg harus diikuti.

Susunan itu dibuat berdasar urutan buat memakannya, paling bawah adalah buat dimakan terlebih dulu kemudian beranjak ke rak di atasnya, sampai rak teratas.

Melihat komposisi menu dan sejumlah aturan yg diterapkan, afternoon tea ini lebih fokus ke sisi lifestyle. Wajar apabila kemudian ada harga ada rupa.

(Baca juga: Cerita soal Tukang Semir Sepatu di Pusat Belanja Mewah London)

Berdasar tagihan dan dibagi jumlah peserta Media Visit, biaya buat sesuatu orang mencapai 45 poundsterling atau sekitar Rp 746.000.

Sebagai perbandingan, ketika KompasTravel makan fine dining di Restoran James Martin di Manchester dengan wagyu steak dan sesuatu gelas wine, “cuma” habis 42 poundsterling.  

Akan tetapi, jumlah itu dirasa sepadan dengan relaksasi dan kebersamaan yg ditawarkan Mad Hatter’s buat afternoon tea.


Sumber: Travel Kompas